Teknik Budidaya Tanaman Hias Bunga Mawar, Bonsai, Kamboja, dan Anggrek

Budidaya tanaman hias bisa dilakukan dengan berbagai cara dengan aneka jenis produk tanamannya. Ada beberapa aneka jenis produk budidaya tanaman hias yang bisa kita rawat, salah satunya adalah budidaya tanaman hias kamboja.

Selain difungsikan sebagai tanaman hias yang menjadi pajangan dan memperindah tampilan teras rumah. Dari hasil budidaya tanaman hias ini bisa meraup pundi-pundi yang sangat lumayan.

Budidaya Tanaman Hias Bunga

Teknik Budidaya Tanaman Hias Bunga Mawar, Bonsai, Kamboja, dan Anggrek

Adapula manfaat menernakkan pepohonan cantik ini diantaranya adalah bisa mengurangi debu dalam ruangan, menghilangkan kantuk dan salah satunya adalah bisa menjaga kecantikan kulit.

Manfaat Tanaman Hias

Teknik Budidaya Tanaman Hias Bunga Mawar, Bonsai, Kamboja, dan Anggrek

a. Mengurangi debu dalam ruangan

Tanaman hias memiliki daun yang umumnya memiliki bulu-bulu pada permukaan daun tersebut. Bulu-bulu daun inilah yang berfungsi menangkap debu yang ada di dalam ruangan. Selain itu, memelihara tanaman hias dalam ruangan juga meningkatkan kelembapan ruangan yang juga menurunkan jumlah debu yang ada.

b. Menghilangkan Penat dan Stres

Setiap warna bisa menimbulkan efek terapi bagi yang melihatnya, begitu juga warna yang ada pada tanaman. Tanaman yang umumnya berwarna hijau memiliki efek menenangkan dan bisa menghilangkan stres dan penat penghuni rumah.

c. Menjaga Kecantikan Kulit

Tanaman bisa menjaga kadar air dalam ruangan. Terjaganya kadar ini juga berarti menjaga kadar kelembapan kulit yang berarti juga menjaga kulit akan tetap elastis dan cantik.

d. Menyejukkan Ruangan

Tanaman memproduksi oksigen yang dimanfaatkan manusia untuk bernapas. Adanya tanaman menyebabkan ruangan tidak pengap dan menjadi lebih sejuk

e. Menghilangkan Kantuk

Karbondioksida yang berlebihan dalam ruangan dapat membuat Anda cepat membuatmu lelah dan mudah mengantuk. Selama proses fotosintesis, tanaman menyerap karbondioksida dalam ruangan dan melepaskan oksigen sehingga kadar oksigen dalam ruangan lebih banyak

f. Menyembuhkan Sakit Kepala

Karbondioksida yang tinggi dalam ruangan dapat menyebabkan sakit kepala. Tanaman hias dalam ruangan memproduksi oksigen dan menurunkan kadar karbon dioksida, sehingga Anda lebih banyak menghirup udara yang lebih segar dan sehat.

g. Meredakan Hidung Mampet

Beberapa jenis tanaman seperti Eucalyptus dapat menghilangkan dahak dan meredakan sistem pernapasan

h. Mengurangi Kebisingan

Tanaman dapat meredam suara bising yang dihasilkan dari suara kendaraan dan mampu menyaring debu yang masuk ke dalam rumah sehingga rumah Anda akan selalu bersih. Jenis tanaman yang cocok ditanam untuk kondisi ini adalah tanaman dari jenis semak.

i. Menyimpan Air Tanah

Air hujan yang jatuh langsung ke tanah akan hilang begitu saja jika tidak ada akar tanaman yang mengikatnya.

Produk Tanaman Hias

Teknik Budidaya Tanaman Hias Bunga Mawar, Bonsai, Kamboja, dan Anggrek

1. Pengertian Tanaman Hias

Tanaman hias adalah tanaman yang digunakan sebagai dekorasi baik di ruangan maupun di luar ruangan. Tanaman hias memiliki berbagai macam jenis mulai dari tanaman berbunga sampai tanaman yang berbentuk unik. Bentuk tanaman ini sangat beraneka ragam dan masing-masing tanaman memiliki daya tarik tersendiri untuk layak dikoleksi.

Tanaman hias mencakup semua tumbuhan, baik berbentuk terna, merambat, semak, perdu, maupun pohon, yang sengaja ditanam orang sebagai komponen taman, kebun rumah penghias ruangan, upacara, komponen riasan atau busana, atau sebagai komponen karangan bunga.

Bunga potong pun dapat dimasukkan sebagai tanaman hias. Dalam konteks umum, tanaman hias adalah salah satu dari pengelompokan berdasarkan fungsi dari tanaman hortikultura

Aneka Jenis Produk Budi Daya Tanaman Hias


a. Bonsai


Teknik Budidaya Tanaman Hias Bunga Mawar, Bonsai, Kamboja, dan Anggrek


Bonsai adalah contoh tanaman yang sempat sangat popular beberapa tahun yang lalu. Bonsai adalah tanaman yang dikerdilkan dan memiliki bentuk yang unik dengan beberapa bagian tanaman yang ditonjolkan.

b. Pakis Monyet


Teknik Budidaya Tanaman Hias Bunga Mawar, Bonsai, Kamboja, dan Anggrek


Inilah tren tanaman hias terbaru yang bérasal dari Tiongkok. Sekilas tanaman ini seperti akar serabut kelapa tetapi sebenarnya adalah tanaman serumpun dengan pakis. Disebut pakis monyet karena memang bentuk tanaman ini mirip dengan seekor monyet yang sedang duduk di atas pot. Sebelum daunnya tumbuh, tanaman ini memiliki batang yang menjulang yang mirip dengan ekor monyet

c. Kamboja


Teknik Budidaya Tanaman Hias Bunga Mawar, Bonsai, Kamboja, dan Anggrek


Kamboja adalah jenis tanaman hias yang berasal dan dataran Amerika dan Afrika. Di habitat asalnya, kamboja merupakan jenis tanaman semak yang tumbuh liar di daerah gurun yang panas dan dapat hidup lama tanpa bergantung dari air hujan, Tanaman kamboja mempunyai aroma yang khas, batang tanaman ini sangat keras dan tingginya bisa mencapai 6 m sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan furnitur. Cabang-cabangnya tergolong jenis kayu lunak dan bergetah.

d. Adenium


Teknik Budidaya Tanaman Hias Bunga Mawar, Bonsai, Kamboja, dan Anggrek

Adenium adalah jenis dari kamboja , berukuran kecil dengan warna bermacam - macam yang menarik yang sempat menjadi tren para kolektor tanaman.

e. Aglonema


Teknik Budidaya Tanaman Hias Bunga Mawar, Bonsai, Kamboja, dan Anggrek

Aglonema sejenis talas dengan daun yang pendek dan tidak punya kambium. Aglonema yang nilanya tinggi adalah tanaman yang memiliki warna daun berbeda .

f. Euphorbia


Teknik Budidaya Tanaman Hias Bunga Mawar, Bonsai, Kamboja, dan Anggrek


Euphorbia berbentuk seperti kaktus berduri dan memiliki daun . Tanaman ini tidak tahan air sehingga jarang dilakukan penyiraman . Media tanamnya adalah pasir dan pupuk kandang.


Praktik Budi Daya Tanaman Anggrek 


a. Pembibitan

1) Persyaratan bibit : bibit anggrek yang baik, sehat dan unggul mempunyai beberapa ciri, Yaitu : bentuk batang kuat, pertumbuhan pesat, daun subur, serta bunga lebat dan indah

2) Penyebaran biji : bibit anggrek berasal dari biji yang disemaikan. Adapun penyebaran biji anggrek adalah sebagai berikut.

  • Peralatan yang digunakan untuk penyebaran biji harus bersih.
  • Mensterilkan biji : Sebelum biji disebar harus disterilkan dahulu dengan 10 gram kaporit dilarutkan dalam 100 cc air, kemudian saring dengan kertas filter terus dimasukkan ke dalam botol. Biji dimasukkan dalam botol dan dikocok selama 10 menit, (Biji anggrek yang semula kuning kecokelatan berubah warna menjadi kehijauan). Kemudian, air dibuang dan diganti dengan aquades, dikocok selama berulang kali (2-3 kali).
  • Penyebaran biji anggrek : botol-botol yg telah disterilkan dapat digunakan untuk menyebaran biji anggrek. Sebelum botol dibuka, leher botol dipanaskan di atas lampu spiritus untuk menghilangkan kuman, untuk memasukan biji anggrek ke dalam botol digunakan pipet yang dibersihkan dahulu dengan cara dipanaskan di atas lampu spiritus sampai merah, kemudian dicelup ke dalam spiritus. Botol yang telah terbuka, kemudian diisi biji anggrek dan diratakan ke seluruh permukaan alas makanan yang telah disediakan. Sebelum botol ditutup kita panaskan lagi di atas lampu spiritus, kemudian ditutup kembali.


b. Teknik Penyemaian Benih


  1. Pemeriksaan dengan mikroskop, baik atau tidaknya biji anggrek, yang kosong berwarna putih dan yang isi berwarna kuning cokelat atau warna lain.
  2. Mempersiapkan botol yang berlubang besar yang bersih dan tidak berwarna agar dapat meneruskan cahaya matahari yang dibutuhkan dan mudah dilihat.
  3. Tutup botol dengan kapas digulung sampai keras, ujung diikat tali untuk memudahkan dicopot kembali, atau dengan kain sisa yang dipotong-potong. Kerapatan tutup botol menjaga agar bakteri/jamur tidak masuk sehingga tidak terinfeksi atau terkontaminasi.
  4. Mempersiapkan lemari kaca yang bersih dari bakteri atau jamur dengan kain yang sudah dicelupkan formalin. Udara dalam lemari disterilkan dengan kapas di piring dituangi formalin supaya menguap mensterilkan kaca.
  5. Pembuatan sterilisasi alas makanan dan untuk membuat alas makanan anggrek biasanya dipakai resep Khudson C (NORTHEN) 12, yaitu sebagai berikut.

a) Ca(NO3)2H2O : 1,00 gram
b) KH2 PO4:  0,25 gram
c) MgSO4, 7H2O : 0,25 gram.
d) (NH4)2SO4 : 0,25 gram.
e) Saccharose : 20 gram.
f) FeSO4 4H2O : 0,5 gram.
g) MnSO4:  0,0075 gram
h) Agar-agar  : 15-17,5 gram.
i) Aquades : 1000 cc.

Pembuatan alas makanan diperlukan pH 5.2 dapat digunakan pH meter/kertas pH tekstil atau indikator paper. Sterilisasi dengan cara dipanaskan dalam autoclaf sampai 110°C selama setengah jam atau dengan dandang, kemudian diletakkan pada tempat bersih, dengan posisi miring sehingga makanan setinggi ½ - ⅔ tinggi botol (dari alas sampai ke leher botol) dan didiamkan selama 5-7 jam untuk mengetahui sterilisasi yang sempurna.

Pemindahan bibit : setelah tanaman di dalam botol berumur 9-12 bulan terlihat besar, tumbuh akar, dalam tingkat ini bibit sudah dapat dipindahkan ke dalam pot penyemaian yang berdiameter 7 cm, 12 cm, atau 16 cm yang berlubang. Siapkan pecahan genting, dan akar pakis warna cokelat, dipotong dengan panjang 5-30 mm sehingga serabutnya terlepas satu sama lainnya. Sebelum dipakai terlebih dahulu dicuci bersih dan biarkan airnya hilang. Akar pakis setelah dicuci, direndam dahulu dalam alas makanan selama 24 jam yang berupa:

1) urea atau ZA: 0,50 mg
2) DS, TS atau ES: 0,25 mg
3) kalium sulfat atau K SO:0,25 mg, dan 4) air: 1000 cc

Alternatif lain sebagai alas makanan, dapat juga dipakai pupuk buatan campuran unsur N, P, K dengan perbandingan 60:30:10 atau dapat juga digunakan pupuk kandang yang telah dicampur pakis dengan perbandingan pakis : pupuk kandang = 4:1. Selain itu, dapat digunakan kulit pinus yang dipotong kecil sebesar biji kacang tanah, yang telah direndam dalam alas makanan seperti akar pakis selama 24 jam. Untuk isian pot ini dapat juga digunakan arang kayu bakar/serabut kelapa yang dipotong-potong sebesar ibu jari. Potongan yang disiapkan diisi dengan pecahan genting ⅓ tinggi pot, kemudian isi remukan pakis tersebut setinggi 1 cm di bawah tepi pot (tidak perlu dipadatkan).

Pemindahan bibit ke dalam pot dilakukan dengan mengeluarkan tanaman di botol dengan memasukkan air bersih ke dalam botol. Dengan kawat bersih berujung seperti huruf U, tanaman dikeluar kan satu per satu ( akar lebih dahulu ). Setelah keluar tanaman dicuci kaporit 1%, kemudian dengan air bersih. Seedlings (semaian) ditanam dalam pot dengan rapat. Apabila di dalam botol sudah terjadi kontaminasi jamur sebaiknya lebih dahulu direndam di dalam antibiotik (penicillin, streptomycin yang telah kedaluarsa) selama 10 menit baru ditanam.

Pemindahan dari pot penyemaian : setelah tanaman pada pot penyemaian cukup tinggi, maka tanaman dipindahkan ke pot biasa yang berdiameter 4-6 cm, yang berisi potongan genting atau batu bata merah, kemudian beri pakis atau kulit pinus yang telah direndam dalam alas makanan sampai 1 cm di bawah tepi pot

c. Pengolahan Media Tanam

Media tanam untuk tanaman anggrek tanah dibedakan menjadi sebagai berikut.

1) Tanaman dalam pot (dengan diameter 7-30 cm bergantung dari jenis tanaman) Apabila diameter pot dipilih 25-30 cm, maka perlu dipasang tiang di tengah-tengah pot, kemudian pot diisi pecahan genting. Anggrek diletakkan di tengah dan akarnya disebar merata dalam pot, kemudian batang anggrek dikat pada tiang. Pot diisi pupuk kandang yang telah dicampur sesuai dengan komposisi kira-kira ⅔ dari pot.

2) Media tanam dalam tanah dengan sistem bak-bak tanam. Bak terbuat dari batu bata merah panjang 2 m lebar 40 cm dan tinggi bak 2 lapis batu bata merah. Pembuatan bak ini di atas tanah untuk menghindari dari kebecekan, di tanah kering digali sedalam 10-20 cm, kemudian diberi bata ukuran 40 cm x 2 m dan jarak antara pembantas dan yang lain 3 cm. Tiang penahan dibuat 4 buah yang ditancapkan ke dalam tanah dengan ketinggian masing-masing 1,5 m. Antara tiang satu dan yang lain dihubungkan dengan kayu sehingga keempat tiang tersebut merupakan suatu rangkaian.

d. Teknik Penanaman

Penanaman tanaman anggrek, disesuaikan dengan sifat hidup tanaman anggrek, yaitu sebagai berikut.

1) Anggrek ephytis adalah anggrek yang menumpang pada batang atau pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi atau ditempeli. Alat yang dipakai untuk menempel sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalan akar udara.

2) Anggrek semi-ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon atau tanaman lain yang tidak merusak yang ditempel, akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang.


e. Pemeliharaan Tanaman

1) Penjarangan dan penyulaman, dilakukan pada tempat yang disesuaikan dengan jenis anggrek, yang sifatnya ephytis atau anggrek tanah.

2) Penyiangan, untuk tanaman anggrek penyiangan dilakukan pada waktu dan kondisi di dalam botol, kemudian dipisahkan ke dalam pot-pot dilakukan sudah disediakan sesuai jenis anggrek.

3) Pemupukan, unsur makro yaitu dan unsur yang diperlukan dalam meliputi: C, H, O, N, S, P, K, Ca, Mg. Untuk unsur mikro yaitu unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, antara lain: Cu, Zn, Mo, Mn, V, Sc, B, dan Si. Unsur makro dan unsur mikro dapat diambil dari udara atau dari tanah, berupa gas atau air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. Pemupukan pada tanaman anggrek dibagi dalam tiga tahapan, yaitu sebagai berikut.

a) Pemupukan untuk bibit (seedlings) dengan N, P, K dengan perbandingan N:P:K = 6: 3:1. Unsur N lebih banyak dibutuhkan untuk pembentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur N diambil dari pupuk ZA/urea, untuk P dipakai pupuk ES;DS;TS, dan K dari kalium sulfat (K2 SO4). Pupuk-pupuk buatan yang mengandung N, P, K yaitu sebagai berikut.

(1) Urea: 0,6 gram untuk 1 liter air
(2) ES: 0,3 gram untuk 1 liter air
(3) ZK: 0,1 gram untuk 1 liter air

b) Pemupukan untuk ukuran sedang (mid-size) dengan N, P, K dengan perbandingan N : P : K = 3 : 3 : 3 dan tidak memerlukan tambahan pupuk . Pupuk yang mengandung N, P, K dapat dibuat dengan cara misalnya sebagai berikut

(1) Urea: 0,3 gram untuk 1 liter air
(2) DS: 0,3 gram untuk 1 liter air
(3) KSO,: 0,3 gram untuk 1 liter air

c) Pemupukan untuk ukuran berbunga (flowerings-size). Tanaman yang sudah berbunga dipupuk dengan perbandingan N: P: K = 1:6:1. Teknik pemberian pupuk buatan adalah sebagai berikut

(1) Dalam bentuk padat atau powder dilakukan dengan cara menaburkan secara hati-hati, jangan tersangkut pada daun atau batangnya karena akan menyebabkan daun/batang terbakar.

(2)Disiramkan, tumbuhan anggrek dapat menyerap air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. Cara ini banyak dilakukan dalam pemupukan.

(3) Penyemprotan, cara ini sangat baik dalam pemberian pupuk.

Pupuk kandang yang sering digunakan adalah kotoran kuda, sapi, kerbau, kambing, ayam dan lain-lain. Pupuk kandang selain mengandung bermacam-macam unsur yang dibutuhkan oleh tanaman juga sangat membantu dalam penyimpanan air, apalagi pada musim kemarau. Keburukan dari pupuk kandang ini adalah di dalam kotoran banyak bakteri yang mengandung jamur. Untuk itu, dianjurkan disangan lebih dahulu untuk meng- hilangkan jamur/bakteri di dalamnya. Pemupukan tanaman lebih baik dilakukan pada waktu pagi-pagi atau pada sore hari sekitar pukul 17.00.

f. Pengairan dan Penyiraman

Penyiraman tanaman anggrek dapat berasal dari sumber air berikut.

1) Air Ledeng, baik untuk menyiram karena jernih dan steril tetapi pHnya tinggi, maka perlu diturunkan dengan menambah suatu asam misalnya HCi. pH yang baik sekitar 5,6-6.

2) Air sumur, baik untuk menyiram karena banyak mengandung mineral dari tanah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Air sumur di daerah kapur harus diperhatikan pH-nya.

3) Air hujan, yang ditampung di dalam tong-tong atau bak sangat baik untuk penyiraman

4) Air kali atau air selokan, tetapi kita tidak tahu pasti apakah air itu mengandung jamur bakteri/lumut yang bisa mengganggu anggrek/tidak. Kalau dilihat dari sudut isi makanan mungkin cukup baik. Hal yang perlu diperhatikan bagi petani anggrek adalah mengetahui sifat-sifat dari isian pot supaya bisa mengatur banyaknya air untuk menyiram. Adapun macam isian pot dan sifat diuraikan sebagai berikut.

a) Pecahan genting atau pecahan batu merah, material ini mudah menguapkan air dan sifat anggrek yang tidak begitu senang dengan air sehingga tidak mudah untuk lumutan. Untuk pecahan genting lebih kecil daya serapnya lebih banyak.

b) Potongan sabut kelapa, pemakaian serabut kelapa lebih baik untuk digunakan di daerah panas karena menyimpan air, tetapi kalau penggunaan di daerah dingin tidak menguntungkan karena mudah busuk.

3) Remukan akar pakis yang hitam, keras dan baru tidak mudah untuk menyerap air, setelah beberapa bulan banyak menyerap air. Akar pakis yang cokelat dan lunak lebih mudah menyerap dan menahan air.

4) Potongan kulit pakis, di mana media ini sukar sekali untuk penyerapan air, mudah terjadi penguapan. Jika potongannya besar, penyerapan kecil dan jika potongan kecil penyerapan air lebih banyak. Bagi tanaman yang sudah besar pedoman penyira mannya 3-7 hari sekali pada musim hujan dan 1-3 hari sekali pada musim panas.

g. Waktu Penyemprotan Pestisida

Obat-obatan sebaiknya disemprotkan pada waktu pagi hari, lebih baik pada sore hari sekitar jam 17.00. Penyemprotan bagi tanaman anggrek sehat, dilakukan rutin kurang lebih 3 bulan sekali. Penyemprotan bagi tanaman anggrek yang terserang hama perlu dilakukan berulang kali dengan jangka waktu tertentu (untuk kutu daun seminggu sekali).

Adapun jenis insektisida, dosis yang digunakan untuk hama antara lain sebagai berikut.

1) Orthene 75 SP dosis 5-10 gram/10 liter air untuk ulat pemakan daun.
2) Bayrusil 250 EC dosis 2 cc/iter air untuk ulat pemakan daun.
3) Malathion dosis 3 gram/liter air untuk ulat, kumbang, dan kutu.
4) Kelthane dosis 2 gram/liter air, untuk kutu.
5) Metadeks dosis dibasahi air, dicampur dedak 6-8 cc/10 liter, untuk keong dan bekicot air.
6) Falidol E.605 dosis dibasahi air, dicampur dedak 6-8 cc/10 litr, untuk keong dan bekicot air. Untuk hama bekicot ada dua cara pengendaliannya yaitu sebagai berikut

a) Menyebarkan obat sekitar pot anggrek dengan mencampur antara obat Metadeks dan dedak halus ditambah air sedikit

b) Membuat larutan 1 cc Dieldrin 50 % 25 EP dicampur dengan 1 liter air atau 6-8 cc Folediol E.605 ke dalam air 10 liter. Kemudian, pot tanaman anggrek direndam dalam larutan tersebut selama beberapa waktu dan diulang satu minggu sekali.

Demikianlah artikel mengenai cara budidaya tanaman hias anggrek. Semoga bermanfaat. 

0 Response to "Teknik Budidaya Tanaman Hias Bunga Mawar, Bonsai, Kamboja, dan Anggrek"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel