Goes to Waduk Cacaban bersama Kawan Satu Desa

Mengarungi dunia dengan berkerja, bekerja, dan bekerja serasa diri kita ini hidup seharian penuh hanya di perusahaan saja. Hal ini menjadikan kadang merasa bosan bila terus menerus seperti ini. Semakin lama semakin terus merasa bosan, hingga membuat pikiran kita menjadi sumpek atau dalam bahasa bebel. Dalam artian butuh liburan (bulir) guna bisa menetralisir kebosanan yang melanda.

Tepatnya pada saat acara maulidan, para gank anak muda membicarakan sesuatunya untuk liburan. Awalnya cuman bilang bercanda saja, biasa kan anak muda. Di minggu pertama berencana untuk mengunjungi pantai alam indah yang bertempat di kota tegal. Namun, pada saat itu suasana tidak berjalan sesuai dengan rencana. Dan alhasil hanya beberapa orang saja yang ikut berefreshing diri.

Hal ini membuktikan kurangnya komunikasi dan rasa solidaritas anak muda. Padahal kan zaman sudah canggih gini, masa kurangnya komunikasi. Yaelah..
Goes to Waduk Cacaban bersama Kawan Satu Desa

Setelah kejadian seperti itu, malamnya di acara mauludan genk anak muda kembali berkumpul dan membicarakan masalah tersebut. Dan benar, masalahnya adalah kurangnya komunikasi. Salah satu teman yang ikut goes to PAI (Pantai Alam Indah) kota Tegal tidak mau menghampiri satu per satu ke rumah teman yang ingin ikut.

Pada akhirnya kita menyelesaikan suatu masalah atas kurangnya komunikasi tersebut. Hingga sepakat untuk membuat jadwal liburan lagi minggu depan. Yaitu Goes To Waduk Cacaban.

Sedikit materi Waduk Cacaban adalah sebuah bendunganyang terletak di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Indonesia. Luas areal waduk adalah 928,7 hektar dan berisi air sebanyak 90 juta m³. Waduk ini didukung dengan latar belakang pemandangan hutan dengan panorama yang indah. Seperti dilansir dari laman Wikipedia

Berbekal omongan saja, kami akhirnya sadar diri sekitar hari minggu dan tepatnya pertengahan rabiul awal. Jam 6 pagi semua sudah keluar rumah dengan membawa sepeda masing-masing. Padahal sih punya saya minjem.. Hehe..

Dan pada akhirnya sekitar 6 orang berangkat dari dusun menuju ke Waduk cacaban dengan kondisi belum sarapan pagi semua. Ditengah perjalanan, tepatnya di Slawi, kita berenam berhenti sejenak dikarenakan bingung jalannya. Ada yang mengatakan benar dan ada juga yang mengatakan salah. Hal ini menyebabkan perjalanan kita sempat tertunda hampir 15 menit, ya walaupun hitung-hitung buat ngambil napas juga.

Akhirnya saya pun mengalah, dengan berbekal smartphone canggih dengan processor mediaTek itu saya pun mencoba untuk membuka Google maps dengan inisiatif sendiri. Dan memang benar, di google maps tertera jalan tersebut menuju ke arah depan bukan belakang. Lalu diteruskannya perjalanan tersebut.

Goes menggoes terus dilakukan mengingat masih kurang lebih 10 km lagi. Namun, pada akhirnya ditengah jalan ada sebuah kendala yang boleh dibilang sangat merepotkan. Yaitu 2 orang teman kita mengalami salah arah tujuan. Padahal ujungnya sama ke Waduk cacaban. Akan tetapi, berbekal ilmu kepramukaan kita, rasa solidaritas kami tinggi dan saya sempat menelepon dan mengirim peta Google maps tentang keberadaan saya saat ini.

Hampir sekitar 30 menit kami menunggu salah dua orang teman yang nyasar.. Lagi-lagi berbekal HP canggih, saya menyuruh kepada kedua orang teman saya yang nyasar untuk kembali ke arah yang tadi dilewatinya. Kemudian nanti akan disusul kembali oleh 2 orang teman yang menuju kearahnya. Di perjemputan yang pertama tidak ketemu, akhirnya saya suruh untuk kesana lagi dan perjemputan kedua pun berhasil.

Setelahnya kumpul kita melanjutkan perjalanan dan sampailah di depan gerbang waduk cacaban. Masuk per sepeda hanya 3000 rupiah saja. Sesampainya di waduk cacaban, kita melepaskan semua kepenatan yang ada di diri kita, yaitu dengan cara melakukan selfie dan poto ria. Berikut adalah salah satu hasil jepretan poto yang ada di waduk cacaban.





Setelahnya puas, kita memakan makan-makanan kecil berupa lontong dan gorengan yang kita makan bersama-sama. Alangkah indahnya momen seperti ini. Tak disangka waktu sudah menunjukkan pukul 10. Kami bergegas pulang kerumah mengingat perjalanan sangat jauh. Dan pada akhirnya sampailah dirumah masing-masing dengan keadaan selamat. Alhamdulillah.

Demikianlah pengalaman menarik tentang perjalanan ke waduk cacaban.

0 Response to "Goes to Waduk Cacaban bersama Kawan Satu Desa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel